Langsung ke konten utama

Contoh Makalah Musik Tradisional Indonesia


MAKALAH
SENI BUDAYA
MUSIK TRADISIONAL NUSANTARA



Disusun oleh :
Gallen W T
Kelas XB
Tahun Ajaran 2018/2019




 KATA PENGANTAR


      Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini. Indonesia adalah sebuah negara dengan beragam adat dan budaya. Hal ini menyebabkan munculnya banyak musik daerah. sehingga Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memperdalam pengetahuan saya tentang musik tradisional.
Makalah ini berisi informasi tentang pengertian, sejarah, fungsi, beberapa contoh musik tradisional di indonesia dan cara menghargainya.

    Menurut Ki Hajar Dewantara : seni adalah indah, seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan hidup perasaannya dan bersifat indah hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia lainnya. Dengan seni diharapkan kita sebagai makhluk sosial dapat menggerakkan perasaan kita untuk peka terhadap apa yang terjadi dan berkembng dimasyarakat.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah-makalah selanjutnya. Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.


Pontianak, Oktober 2018



Gallen W T          







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                                                                                                 i
DAFTAR ISI                                                                                                              ii
BAB I    PENDAHULUAN                                                                                     
1.1 Latar Belakang                                                                                       1
1.2 Rumusan Masalah                                                                                  2
1.3 Tujuan Penulisan                                                                                    2
BAB II   PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Seni Musik                                                                           3
2.2 Pengertian Musik Tradisional Nusantara                                               4
2.3 Sejarah Musik Tradisional Nusantara                                                    5
2.4 Fungsi Musik Tradisional Nusantara                                                     7
2.5 Contoh-Contoh Musik Tradisional Dari Setiap Daerah                         9
2.6 Cara Menghargai Musik Tradisional Nusantara                                   13
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan                                                                                            14
3.2 Saran                                                                                                      14
DAFTAR PUSAKA                                                                                                    15





 BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa manusia dilahirkan tidak terlepas dari takdir yang sudah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Mulai lahir, manusia sudah diberikan bakat dan kemampuan masing – masing yang berbeda - beda. Setiap manusia mempunyai cara yang berbeda – beda dalam mengekspresikan seni. Ada yang dituangkan dalam melalui lukiskan di sebuah kertas, tembok, alat – alat transportasi, bahkan pada bagian tubuh manusia. Selain itu juga ada yang diekspresikan melalui buku – buku yang biasa dalam bentuk novel, atau kolaborasi antara gambar dan kata – kata (komik), ada juga mengekspresikannya melalui sebuah gambar yang bergerak, seperti kartun. Selain itu juga banyak sekali orang mengekspresikan kedalam bentuk syair yang sangat indah, dengan diiringi musik. Karena setiap manusia tidak sama, dalam pengekspresikannya Sehingga seni, terutama seni musik terus berkembang dan berevolusi tanpa ada batasnya.
Di dunia ini tidak terhitung jumlah musik yang ada sekarang, karena perkembangannya tanpa mengenal waktu dan tempat. Di situ ada manusia maka seni terutama seni musik akan berkembang tak terkendali. Bahkan di Indonesia sendiri mempunyai berbagai macam seni musik, baik itu yang tergolong dalam musik tradisional, campuran dan modern. Seni juga tidak terlepas dari kebudayaan masing – masing daerah. Sehingga antara daerah yang satu dengan yang lainnya akan memberikan khas seni musik yang berbeda. Selain itu juga masih banyak yang belum mengerti tentang seni musik, terutama seni musik tradisional. Belum semua orang mengerti apa sebenarnya fungsi dari seni musik nusantara.
Banyak orang yang juga belum tau bagaimana caranya menghargai musik dari tempat lain. Ada beberapa orang yang juga tidak sengaja mengejek hasil karya orang lain. Yang menurut kita jelek tetapi mereka bilang bagus. Oleh karena itu disini saya akan berusaha membahas tentang seni musik yang ada di Indonesia, untuk menambah wawasan kita tentang seni musik yang ada di Indonesia ini.

1.2   Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini antaralain:
a)      Mengetahui pengertian seni musik
b)      Mengetahui perkembangan seni musik yang ada di Indonesia dari tahun ke tahun
c)      Mengetahui fungsi musik tradisional nusantara
d)      Contoh – contoh musik tradisional nusantara
e)      Mengetahui cara menghargai musik tradisional dari daerah lain

1.3   Manfaat
Penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar – besarnya, yaitu antara lain :
a.       Bagi Pembaca
Sebelumnya para pembaca yang belum mengenal seni musik terutama seni musik tradisional akan lebih mengenal dan diupayakan akan lebih mencintai apa yang dikatakan sebagai seni. Sehingga diharapkan dengan mencintai seni maka dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara akan menjadi lebih harmonis dan saling menghargai perbedaan persepsi, bukan hanya diseni saja tapi dalam segi aspek kehidupannya.
b.      Bagi Pencinta Seni
Bagi yang sudah mencintai seni, diharapkan akan menambah wawasan tentang seni musik yang ada di Indonesia, sehingga dapat menambah pengetahuan, yang nantinya dapat digunakan untuk memperdalam kemampuannya dalam memainkan alat musik.
c.       Bagi Penulis
Diharapkan dengan adanya makalah ini saya sebagai seorang penyusun makalah ini dapat memeperdalam pengetahuan saya mengenai musik tradisional terutama yang ada di negara tercinta kita, indonesia.



BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Seni Musik
                    i.      Pengertian menurut kamus besar bahasa indonesia
  ·      Seni
 Halus, lembut serta elok saat dipandang dan juga saat dirasakan.
  ·    Musik
Ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinam-bungan.

Dari pengertian seni musik dari kamus besar bahasa indonesia kita dapat simpulkan seni musik adalah hasil karya dari kumpulan nada-nada yang disusun dengan menghasilkan suara atau nada yang indah sehingga hasil yang terbentuk merupakan perpaduan melodi, instrumen yang menjadi satu kesatuan.

                 ii.      Pengertian dari para ahli
a.       Jamalus
Seni musik adalah hasil karya seni berupa bunyi yang dituangkan dalam bentuk lagu atau komposisi sebagai ungkapan perasaan dan pikiran penciptanya melalui unsur-unsur pokok musik yaitu melodi, irama, harmoni, dan bentuk atau struktur lagu serta ekspresi sebagai sumber kesatuan.

b.      Sunarto
Seni Musik adalah penghayatan isi hati manusia yang diungkapkan dalam bentuk bunyi yang teratur dengan ritme atau melodi serta memiliki unsur atau keselarasan yang indah.

c.       Reed dan Sidnell
Seni Musik adalah cabang seni berbentuk suara yang di dalamnya terkandung unsur melodi, ritme, harmoni, serta timbre.

d.      David Ewen
Seni musik adalah Ilmu pengetahuan seni tentang kombinasi ritmik dari nada-nada, baik vokal maupun instrumental, yang meliputi harmoni dan melodi sebagai ekspresi dari segala sesuatu yang ingin diungkapkan terutama aspek emosional.
Dari pengertian seni musik menurut beberapa ahli di atas kita dapat diambil kesimpulan Pengertian Seni Musik adalah ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan dalam bentuk nada dan syair yang indah.

            iii.      Pegertian menurut pendapat saya
Menurut saya seni musik adalah seni mengenai nada-nada yang disusun dan digabungkan sehingga menjadi suatu bunyi atau nada yang indah.

2.2 Pengertian Musik Tradisional Nusantara
              i.      Pengertian menurut kamus besar bahasa indonesia
·         Musik
 Ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan  temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinam-bungan.
·         Tradisional
 Sikap dan cara berpikir serta bertindak yang selalu berpegang teguh pada norma dan   adat kebiasaan yang ada secara turun-temurun.
 ·         Nusantara
  Indonesia

dari pengertian diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa musik tradisional nusantara adalah susunan nada dan suara yang dipadu dengan hal-hal yang berhubungan dengan adat istiadat dari suatu daerah tertentu khususnya di Indonesia.





               ii.      Pengertian menurut para ahli
ü  Menurut Sedyawati (1992 : 23) pengertian musik tradisional adalah musik yang dipakai sebagai perwujudan dan nilai budaya yang sesuai dengan tradisi.
ü  Musik tradisional menurut Tumbijo (1977 : 13) adalah suatu seni budaya yang sejak lama turun temurun telah hidup dan berkembang pada daerah tertentu.
ü  Menurut Purba (2007:2), musik tradisional tidak berarti bahwa suatu musik dan beragam unsur di dalamnya bersifat kolot, kuno atau ketinggalan zaman. Tetapi musik tradisional adalah musik yang bersifat khas dan mencerminkan kebudayaan suatu etnis atau masyarakat.

            iii.      Pengertian menurut pendapat saya
Musik tradisional adalah musik yang lahir dan berkembang di daerah- daerah di seluruh Indonesia. Ciri khas pada jenis musik ini teletak pada isi lagu dan instrumen. Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yakni syair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat.

2.3  Sejarah Musik Tradisional Nusantara
Musik sudah ada sejak zaman purbakala dan dipergunakan sebagai alat untuk mengiringi upacara-upacara kepercayaan. Perubahan sejarah musik terbesar terjadi pada abad pertengahan, disebabkan terjadinya perubahan keadaan dunia yang makin meningkat. Musik tidak hanya dipergunakan untuk keperluan keagamaan, tetapi dipergunakan juga untuk urusan duniawi.
Terdapat tahapan- tahapan perkembangan sejarah Musik Indonesia . tahapan tersebut adalah sebagai berikut.

Masa sebelum masuknya pengaruh Hindu- Buddha
Pada masa ini, musik dipakai sebagai bagian dari kegiatan ritual masyarakat. Dalam beberapa kelompok, bunyi- bunyian yang dihasilkan oleh anggota badan atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Instrumen atau alat musik yang digunakan umumnya berasal dari alam sekitarnya.

Masa setelah masuknya pengaruh Hindu- Buddha
Pada masa ini, berkembanglah musik- musik istana (khususnya di Jawa). saat itu, musik tidak hanya dipakai sebagai bagian ritual saja, tetapi juga dalam kegiatan- kegiatan keistanaan (sebagai sarana hiburan para tamu raja). Musik istana yang berkembang adalah musik gamelan. Musik gamelan  terdiri dari 5 kelompok, yaitu kelompok balungan, kelompok blimbingan, kelompok pencon, kelompok kendang,dan kelompok pelengkap.

Masa setelah masuknya pengaruh Islam
Selain berdagang dan menyebarkan agama islam, para pedagang arab juga memperkenalkan musikmereka. Alat musik mereka berupa gambus & rebana. dari proses itulah muncul orkes- orkes gambus di Tanah Air  ( Indonesia ) hingga saat ini.

Masa Kolonialisme
Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan musik Indonesia. Para pendatang ini memperkenalkan berbagai alat musik dari negeri mereka, misalnya biola, selo (cello), gitar, seruling (flute), dan ukulele. Mereka pun membawa sistem solmisasi dalam berbagai karya lagu. Itulah masa- masa perkembangan musik modern Indonesia. Saat itu,para musisi Indonesia menciptakan sajian musik yang merupakan perpaduan musik barat  dan musik indonesia. Sajian musik itu dikenal sebagai musik keroncong.

2.4 Fungsi Musik Tradisional Nusantara
A.    Sebagai Alat Komunikasi
Fungsi dan tujuan pertama dari musik traditional adalah sebagai alat dan sarana komunikasi. Sebenarnya, hampir seluruh musik baik musik traditional maupun musik modern merupakan salah satu media komunikasi antara penciptanya dengan mereka yang bertindak sebagai pendengar. Namun dalam fungsi dan tujuan musik traditional nusantara, alat komunikasi yang dimaksud adalah sebagai sarana untuk mengkomunkasikan antara manusia dengan sang pencipta.

B.     Sebagai Sarana Hiburan
Fungsi dan tujuan musik traditional nusantara lainnya adalah sebagai sarana untuk menghibur atau untuk bagi beberapa kondisi tertenut. Musik traditional dapat dimanfaatkan untuk mengalihkan fikiran dari rutinitas sehari-hari bagi para penduduk nusantara tempat musik traditional tersebut berasal. Pada beberapa daerah musik traditional sudah dikenal sebagai sarana penghibur masyarakat sejak jaman kerajaan sampai dengan kesukuan sekarang ini. Namun fungsi musik traditional sebagai sarana hiburan mulai dilupakan oleh masyarakat karena sifatnya yang tersegmen pada beberapa orang saja dan kalah saing dengan musik musik modern yang lebih universal.

C.     Sebagai Musik Pengiring Tarian
Musik dalam beberapa kebudayaan suku asmat dan suku suku lainnya di nusantara ini sering kali bertindak sebagai pengiring dari tarian. Bahkan sejatinya, bukan hanya sebagai pengiring namun musik juga bertindak dalam menghadirkan suasana maupun kondisi tertentu yang selaras dengan tarian tarian yang dipertunjukkan. Hampir semua daerah yang memiliki tarian traditional indonesia selalu dipertunjukkan dengan iringan musik melalui berbagai macam alat musik yang berbeda dan khas dari daerah asalnya masing masing.

D.    Sebagai sarana adat budaya (ritual)
Sama halnya dengan fungsi seni musik sebagai sarana pengiring tarian traditional, musik juga berfungsi sebagai pengiring ritual adat baik yang berkaitan dengan kepercayaan maupun bukan. Di berbagai daerah terutama suku suku pedalaman yang masih mempertahankan ritual adat budayanya dapat kita temui berbagai macam musik mulai dari yang berupa ketukan ketukan sampai dengan menggunakan alat musik sebagai suara untuk mengiringi beberapa ritual adat budaya tertentu.

E.     Sebagai sarana ekonomi
Dibeberapa daerah baik di Indonesia maupun di luar negeri, banyak orang/pemain musik tradisional yang menjadikan permainan musik mereka sebagai usah menyambung hidup atau mata pencaharian. Ada yang mengelolanya secara besar sehingga banyak menampung/menyerap banyak tenaga kerja, adapula yang melakukannya sendiri atau terbatas dengan sebuah kelompok kecil. Meraka akan mendapatkan bayaran dari pihak yang meminta mereka membawakan pertunjukan musik tradisional, biasanya dalam acara-cara kedaerahan atau acara pernikahan, sunatan, dll.

F.      Sarana pengembangan Diri
Yang terakhir adalah sebagai sarana pengembangan diri, rasanya tidak mungkin jika semua orang terlibat dalam proses kreatif pembuatan atau pertunjukan musik tradisional tidak medapatkan hal ini. Selain menambah keterampilan, orang-orang yang bergelut dalam dunia ini biasanya memiliki karakter yang kental akan budaya daerahnya sehingga karakter-karakter atau ciri khas orang di daerah tersebut tidak akan hilang atau tergerus arus globalisasi.

2.5 Contoh-Contoh Musik Tradisional Dari Setiap Daerah
Inilah daftar lagu-lagu daerah atau lagu-lagu tradisional di Indonesia:
1. Ampar-ampar Pisang - Berasal dari Kalimantan Selatan (Kalsel)
2. Anak Kambing Saya - Berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT)
3. Angin Mamiri - Berasal dari Sulawesi Selatan (Sulsel)
4. Anju Ahu - Berasal dari Sumatera Selatan (Sumsel)
5. Apuse - Berasal dari Papua
6. Ayam Den Lapeh - Berasal dari Sumatera Barat (Sumbar)
7. Barek Solok - Berasal dari Sumatera Barat (Sumbar)
8. Batanghari - Berasal dari Jambi
9. Balelebo - Berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB)
10. Bubuy Bulan - Berasal dari Jawa Barat (Jabar)
11. Bungong Jeumpa - Nangroe Aceh Darussalam (NAD)
12. Burung Tantina - Berasal dari Maluku
13. Butet - Sumatera Utara (Sumut)
14. Cik-cik Periuk - Berasal dari Kalimantan Timur (Kaltim)
15. Cing Cangkeling - Berasal dari Jawa Barat (Jabar)
16. Dago Inang Sare - Berasal dari Sumatera Utara (Sumut)
17. Dayung Palinggam - Berasal dari Sumatera Barat (Sumbar)
18. Dek Sangke - Berasal dari Sumatera Selatan (Sumsel)
19. Desaku - Berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT)
20. Esa Mokan - Berasal dari Sulawesi Utara (Sulut)
21. Gambang Suling - Berasal dari Jawa Tengah (Jateng)
22. Gek Kepriye - Berasal dari Jawa Tengah (Jateng)
23. Goro-gorone - Berasal dari Maluku
24. Gundul Pacul - Berasal dari Jawa Tengah (Jateng)
25. Haleleu Ala De Teang - Berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB)
26. Huhatee - Berasal dari Maluku
27. Ilir-ilir - Berasal dari Jawa Tengah (Jateng)
28. Indung-indung - Berasal dari Kalìmantan Timur (Kaltim)
29. Injit-injit Semut - Berasal darì Jambi
30. Jali-jali - Berasal dar DKI Jakarta
31. Jamuran - Berasal dari Jawa Tengah (Jateng)
32. Kabile-bile - Berasal dari Sumatera Selatan (Sumsel)
33. Kalayar - Berasal dari Kalimantan Tengah (Kalteng)
34. Kambanglah Bungo - Berasal dari Sumatera Barat (Sumbar)
35. Kampung Nun Jauh di Mato - Berasal dari Sumatera Barat (Sumbar)
36. Ka Parak Tingga - Berasal dari Sumatera Barat
37. Keraban Sape - Berasal dari Jawa Timur (Jatim)
38. Keroncong Kemayoran - Berasal dari DKI Jakarta
39. Kicir-kicir - Berasal dari DKI Jakarta
40. Kole-kole - Berasal dari Maluku
41. Lalan Bolok - Berasal dari Bengkulu
42. Lembah Alas - Berasal dari Nangroe Aceh Darussalam (NAD)
43. Lipang-lipangdang - Berasal dari Lampung
44. Lisoi - Berasal dari Sumatera Utara (Sumut)
45. Macep-cepetan - Berasal dari Bali
46. Madedek Magambiri - Berasal dari Sumatera Utara (Sumut)
47. Malam Baiko - Berasal dari Sumatera Barat
48. Mande-mande - Berasal dari Maluku
49. Manuk Dadali - Jawa Barat
50. Ma Rencong - Berasal dari Sulawesi Selatan
51. Mejangeran - Berasal dari Bali
52. Meriam Tomong - Berasal dari Sumatera Utara
53. Meyong-meyong - Berasal dari Bali
54. Moree - Berasal dari Nusa Tenggara Barat
55. Na Sonang Duhita Nadua - Berasal dari Sumatera Utara
56. Ngusak Asik - Berasal darì Bali
57. Nuluya - Berasal dari Kalimantan Tengah
58. O Ina Ni Keke - Berasal dari Sulawesi Utara
59. Ole Sioh - Berasal dari Maluku
60. O Re Re - Berasal dari Nusa Tenggara Barat
61. Orlen-orlen - Berasal dari Nusa Tenggara Barat
62. O Ulate - Berasal dari Maluku
63. Pai Mura Rame - Berasal dari Nusa Tenggara Barat
64. Pakarena - Berasal dari Sulawesi Selatan
65. Palu Lempong Pupoi - Berasal dari Kalimantan Tengah
66. Panon Hideung - Berasal dari Jawa Barat
67. Paras Barantai - Berasal dari Kalimantan Selatan
68. Pela Tawa-tawa - Berasal dari Sulawesi Tenggara
69. Pileuleuyan - Berasal dari Jawa Barat
70. Pinang Muda - Berasal dari Jambi
71. Pisau Surit - Berasal dari Nangroe Aceh Darussalam
72. Pitik Tukung - Berasal dari DI Yogyakarta
73. Potong Bebek - Berasal dari Nusa Tenggara Barat
74. Putri Ayu - Berasal dari Bali
75. Rambadia - Berasal dari Sumatera Utara
76. Rang Talu - Berasal dari Sumatera Barat
77. Rasa Sayang-sayange - Berasal dari Maluku
78. Ratu Anom - Berasal dari Bali
79. Saputangga Bapucu Ampat - Berasal dari Kalimantan Selatan
80. Sarinande - Berasal dari Maluku
81. Selendang Mayang - Berasal dari Jambi
82. Sengko-sengko - Berasal dari Sumatera Utara
83. Sepakat Segenap - Berasal dari Nangroe Aceh Darussalam
84. Sinanggar Tulo - Berasal dari Sumatera Utara
85. Sing Sing So - Berasal dari Sumatera Utara
86. Sinom - Berasal dari DI Yogyakarta
87. Sipatokahan - Berasal dari Sulawesi Utara
88. Sitara Tilo - Berasal dari Sulawesi Utara
89. Soleram - Berasal dari Riau
90. Surilang - Berasal DKI Jakarta
91. Suwe Ora Jamu - Berasal dari DI yogyakarta
92. Tahunusangkara - Berasal dari Sulawesi Utara
93. Tanduk Majeng - Berasal dari Jawa Tìmur
94. Tanase - Berasal dari Maluku
95. Tari Tanggal - Berasal dari Sumatera Selatan
96. Tebe O Nana - Berasal dari Nusa Tenggara Barat
97. Tekale Dipanah - Berasal dari DI Yogyakarta
98. Tokecang - Berasal dari Jawa Barat
99. Tondok Kadindangku - Berasal dari Sulawesi Tengah
100. Tope Gugu - Berasal dari Sulawesi Tengah
101. Tumpi Wayu - Berasal dari Kalimantan Tengah
102. Tutu Koda - Berasal dari Nusa Tenggara Barat
103. Yamko Rambe Yamko - Berasal dari Papua.

2.6  Cara Menghargai Musik Tradisional Nusantara
ü  Menurut beberapa sumber di internet
Agar musik daerah tetap bertahan hidup dan masih ada pendukungnya, maka perlu upaya untuk mempertahankan keberadaan musik daerah, antara lain dengan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik daerah.
Apresiasi adalah pengamatan, penilaian, pengayatan, dan sikap menghargai akan sesuatu. Upaya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni musik daerah artinya mengajak masyarakat untuk mengerti, memahami, menghayati, dan rnenghargai seni musik daerah. Jika masyarakat sudah mengerti serta memahami isi dan makna yang terkandung di dalamnya, maka akan tumbuh sikap menghargai musik-musik daerah. Kelestarian musik tradisi perlu dijaga karena menyangkutjati din dan identitas bangsa.

ü  Menurut pendapat sendiri
Menurut saya cara menghargai musik tradisional dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut:
a.       Mempelajari alat musik tradisional
b.      Mendengarkan musik-musik tradisional
c.       Merekomendasikan lagu tradisional kepada semua orang
d.      Menghargai dan mendukung orang-orang yang dapat memainkan alat musik tradisional
e.       Mengikuti pentas seni musik tradisional

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Musik tradisional nusantara adalah musik yang diturunkan secara turun-temurun oleh nenek moyang atau leluhur kita sebagai tanda bahwa musik sudah ada sejak dulu hingga sekarang. Banyak pula perubahan-perubahan yang terjadi secara signifikan dalam dunia musik. Musik dengan genre apapun itu, tetaplah sebuah seni yang sangat indah, seni yang bisa membawa perasaan manusia ke dalam dunia yang terdalam tanpa batas. Musik sebagai bahasa universal yang artinya dengan musik kita bisa berkomunikasi dengan orang di seluruh dunia walaupun bukan dengan bahasa yang sama, tapi dengan musik semua orang di dunia bisa menikmatinya. Musik nyatanya bisa membuat seseorang yang sedih melewati harinya dengan bahagia, begitu juga sebaliknya jika orang yang sedang bahagia atau senang mendengarkan musik, hati mereka akan menjadi lebih senang. Musik menyatukan manusia yang berbeda-beda baik muda, tua, beda agama, ras, suku, semuanya akan bersatu karena pada dasarnya musik adalah ciptaan manusia. Manusia menciptakan musik karena dalam diri manusia terdapat seni yang indah dan bermacam-macam, baik itu seni gambar, tari, bernyanyi dan lain-lain.

3.2 Saran
Musik Tradisional jangan pernah di tinggalkan karena musik tradisional adalah warisan nenek moyang suatu bangsa yang di turunkan secara turun temurun. Sebagai generasi muda penerus bangsa, kita memiliki kewajiban dalam melestarikan budaya serta mempelajari budaya, terutama budaya Indonesia sendiri, sehingga budaya atau tradisi yang berasal dari Indonesia tidak hilang bersama dengan berkembangnya zaman.




Daftar pusaka




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Macam-Macam Motif Hias

Jenis-jenis Ragam Hias Suku Dayak  a. Ragam hias geometris      Merupakan pola ragam hias yang saling terukur, memiliki keteraturan dan keseimbangan. Ragam hias berpola geometris sering ditemukan dalam bentuk spiral, zigzag, garis silang, persegi empat, dan lain-lain. Ragam hias ini dipercaya telah ada sejak zaman dahulu, hal ini diperkuat dengan bukti-bukti yang telah ditemukan. Motif geometris sering seringkali siaplikasikan dalam seni ukir atau pahatan. Namun, tidak jarang juga ditemukan pada motif-motif geometris diterapkan ke dalam bentuk dua dimensi.  Bentuk-bentuk bidang geometris antara lain terbagi dalam 2 (dua) bagian:  -  Bentuk bidang beraturan, berupa segitiga, lingkaran, persegi empat atau segi enam.  - Bentuk bidang tidak beraturan, berupa gumpalan dengan bentuk mengarah pada bulatan atau lengkungan, bentuk tajam seperti bintang dan sejenisnya.       Pada ragam hias suku dayak, mot...

20 Nama Bunga Dalam Bahasa Mandarin

Mawar -  玫瑰  ( Méiguī) Teratai -  莲 花 / Liánhuā  Tulip - 郁金香  ( Yùjīnxiāng) Angrek -  兰 花  ( Lánhuā) Dahlia -大 丽 花  ( Dàlìhuā) Peony -  牡丹花  ( Mǔdān huā) Bakung -  百合花  ( Bǎihé huā) Phalaenopsis -  蝴蝶 兰  ( Húdié lán) Bunga Krisan -  野菊花  ( Yě júhuā) Daisy -   小 雏 菊 ( Xiǎo chújú) Anyelir - 康乃馨  ( Kāngnǎixīn) Poppy -  虞美人  ( Yú měirén) Bunga Kamelia -  茶花 ( Cháhuā) Azalea -  杜 鹃 花  ( Dùjuān huā) Narcissus - 水仙花  ( Shuǐxiān huā ) Bunga Violet -  紫 罗兰  ( Zǐluólán) Bunga Matahari - 向日葵 ( Xiàngrìkuí)     Bunga Plum -  梅花  ( Méihuā) Bird of Paradise - 天堂 鸟  ( Tiāntáng niǎo)  Dandelion - 蒲公英  ( Púgōngyīng)